Apa Itu Alzheimer?

Alzheimer adalah penyakit degeneratif progresif pada otak yang umumnya menyerang orang tua dan dikaitkan dengan perkembangan plak-plak beta amiloid pada otak. Penyakit ini dicirikan oleh kebingungan, disorientasi, kegagalan memori, gangguan bicara, dan demensia. penyebabnya belum diketahui.

Alzheimer bukanlah penyakit menular, melainkan merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil.

Risiko untuk mengidap Alzheimer, meningkat seiring dengan pertambahan usia. Bermula pada usia 65 tahun, seseorang mempunyai risiko lima persen mengidap penyakit ini dan akan meningkat dua kali lipat setiap lima tahun. Menurutnya, sekalipun penyakit ini dikaitkan dengan orang tua, namun sejarah membuktikan bahwa penyakit pertama yang dikenal pasti menghidap penyakit ini ialah wanita dalam usia awal 50-an

Gejala Alzheimer

Gejala penyakit Alzheimer berkembang dalam tiga tahap, yaitu tahap awal, tahap menengah, dan tahap akhir. Pada tahap awal, gejala penurunan daya ingat penyakit Alzheimer sulit dikenali, karena sering dianggap sebagai efek pertambahan usia.

Ketika memasuki tahap berikutnya, gejala akan mulai terlihat pada penderita. Kecepatan perkembangan gejala penyakit Alzheimer berbeda-beda pada tiap penderita, tapi umumnya gejala akan berkembang secara perlahan selama beberapa tahun.

Gejala Tahap Awal

Gejala utama penyakit Alzheimer adalah kehilangan ingatan secara perlahan yang bertambah parah seiring dengan berjalannya waktu. Di bawah ini adalah contoh-contoh gejala kehilangan ingatan yang sering dialami penderita penyakit Alzheimer tahap awal:

  • Lupa dengan nama benda atau tempat.
  • Lupa dengan kejadian-kejadian yang belum lama dialami.
  • Lupa dengan hal-hal yang belum lama dibicarakan dengan orang lain.
  • Kerap tersesat di tempat atau daerah yang sebetulnya sudah sangat dikenalnya.
  • Salah menaruh barang (misalnya menaruh piring di dalam lemari baju).
  • Lupa cara menggunakan suatu barang.
  • Kesulitan dalam menulis.
  • Sering mengulang pertanyaan yang sama.
  • Kesulitan merangkai kata-kata dalam berkomunikasi.
  • Terlihat kurang berenergi dan tidak antusias.
  • Tampak seperti mengalami depresi.
  • Enggan beradaptasi dengan perubahan.
  • Takut untuk melakukan hal-hal yang baru.
  • Sulit membuat keputusan dan mudah berburuk sangka.
  • Tidak tertarik dengan aktivitas yang sebelumnya disukai.
  • Lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur, duduk, atau menonton televisi daripada mengobrol dengan keluarga atau bersosialisasi.

Gejala Tahap Menengah

Ketika memasuki tahap menengah, tingkat keparahan gejala penyakit Alzheimer yang sudah dirasakan sebelumnya akan meningkat. Penderita yang sudah memasuki tahap ini perlu perhatian ekstra dan perlu bantuan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, misalnya mandi, berpakaian, atau makan.

Berikut ini adalah contoh-contoh gejala penyakit Alzheimer pada tahap menengah:

  • Sulit mengingat nama anggota keluarga atau teman.
  • Mengalami masalah dalam berkomunikasi.
  • Perubahan suasana hati makin sering terjadi.
  • Sering gelisah, frustrasi, atau cemas.
  • Sering mengalami gangguan
  • Kesulitan mengatur waktu dan memecahkan masalah.
  • Mulai mengalami halusinasi.
  • Tampak bingung, misalnya tidak tahu di mana dirinya berada.

Gejala Tahap Akhir

Setelah gejala masuk ke tahap akhir, penderita penyakit Alzheimer membutuhkan pengawasan dan bantuan penuh dari orang lain untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Tidak hanya penderita, orang-orang di sekitarnya juga dapat merasa tertekan.

Di bawah ini adalah beberapa contoh gejala penyakit Alzheimer pada tahap akhir:

  • Penurunan daya ingat makin parah.
  • Kehilangan kemampuan berkomunikasi.
  • Kesulitan bergerak tanpa bantuan orang lain.
  • Buang air kecil atau buang air besar tanpa disadari.
  • Kesulitan untuk makan sendiri dan sulit menelan makanan.
  • Berat badan turun drastis dan mengalami infeksi kulit.
  • Halusinasi dan delusi memburuk, membuat penderita menjadi selalu curiga terhadap orang-orang di sekitarnya, bahkan sampai berlaku kasar.

Penyebab Alzheimer

Penyebab pasti penyakit Alzheimer belum diketahui. Dari penelitian terbaru, diduga bahwa penyakit Alzheimer dipengaruhi oleh pengendapan protein di dalam otak yang menghalangi asupan nutrisi ke sel-sel otak, sehingga sel otak menjadi rusak.

Kerusakan sel otak akan menurunkan kadar zat kimia di dalam otak, yang menyebabkan koordinasi antarsaraf otak menjadi kacau. Hal ini akan membuat penderita mengalami penurunan daya ingat dan perubahan suasana hati.

Kondisi ini berbahaya, karena lama-kelamaan sel otak akan mati, hingga pada akhirnya beberapa bagian otak akan menyusut, terutama bagian otak yang mengatur memori.

Faktor Risiko Penyakit Alzheimer

Meskipun penyebabnya masih belum diketahui, ada beberapa kondisi yang diduga  dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit Alzheimer, antara lain:

  • Lansia. Penyakit Alzheimer lebih rentan terjadi pada orang-orang yang berusia di atas 65 tahun.
  • Wanita. Penyakit Alzheimer lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pria.
  • Pernah mengalami cedera kepala. cedera kepala memiliki hubungan dengan penyakit Alzheimer.
  • Mengalami sindrom Down. Kelainan genetik yang menyebabkan terjadinya sindrom Down dapat menyebabkan penumpukan protein di otak sehingga memicu terjadinya penyakit Alzheimer.
  • Memiliki gangguan kognitif. Orang-orang dengan kondisi ini memiliki masalah pada daya ingat, dan dapat memburuk seiring bertambahnya usia.
  • Genetik. Menurut penelitian, seseorang yang memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita penyakit Alzheimer lebih berisiko terkena penyakit yang sama.

Selain faktor-faktor di atas, risiko penyakit Alzheimer juga meningkat ketika memiliki penyakit jantung, jarang berolahraga, merokok, atau mengalami gangguan tidur, serta menderita diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, dan kolesterol tinggi.

Meskipun sebagian besar penderitanya berusia di atas 65 tahun, Alzheimer juga dapat terjadi pada orang yang berusia lebih muda, khususnya di atas 30 tahun. Oleh karena itu, dianjurkan untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat.

Pencegehaan Alzheimer

Umumnya, orang-orang yang pikiran dan fisiknya selalu aktif, serta mereka yang suka bersosialisasi, tidak akan mudah terkena penyakit Alzheimer. Oleh karena itu, seseorang yang berisiko terkena Alzheimer dianjurkan melakukan hal-hal menyenangkan yang dapat menstimulasi gerak tubuh dan pikiran.

Banyak cara bisa dilakukan, misalnya dengan bermain musik, melakukan permainan yang dapat menstimulasi otak (misalnya mengisi teka teki silang), menulis, membaca, belajar bahasa asing, mengikuti kegiatan sosial, dan berolahraga. Jalan santai di pagi atau sore hari, berenang, tenis, atau bulu tangkis adalah contoh-contoh olahraga yang dianjurkan.

Penyakit jantung sering dikaitkan dengan risiko penyakit Alzheimer. Jika seseorang berisiko tinggi terkena penyakit jantung, maka dirinya pun lebih rentan terkena penyakit Alzheimer. Karena itu, lakukanlah beberapa langkah pencegahan berikut ini agar jantung tetap sehat dan terhindar dari risiko penyakit Alzheimer.

  • Konsumsi makanan dengan gizi seimbang, serta memiliki kadar lemak dan kolesterol yang rendah. Selain itu, perbanyak konsumsi buah dan sayuran.
  • Berhenti merokok dan batasi konsumsi minuman beralkohol.
  • Jika menderita stroke, diabetes, hipertensi, atau kolesterol tinggi, konsumsi obat resep secara rutin dan jalani anjuran dokter dengan baik.
  • Jika mengalami kelebihan berat badan, turunkan berat badan dengan cara aman.
  • Periksakan tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah secara rutin, agar gangguan tidak semakin parah.
  • Rutin berolahraga, minimal 2,5 jam dalam seminggu.
erni

About erni

Customer Service : 0811-1155-911Lihat Alamat Kami