Apa Itu Bekam? beberapa pertanyaan tentang bekam

Apa itu Bekam?

Bekam adalah metode pengobatan untuk mengeluarkan darah kotor/racun-racun dari dalam tubuh manusia dengan cara melakukan pemvakuman di kulit dan pengeluaran darah darinya.

Pada dasarnya darah manusia berumur 120 hari, setelah itu darah menjadi tidak bagus karena mengandung banyak radikal bebas/racun efek dari pola makan sehari-hari. Ginjal bertugas untuk menyaring darah kotor ini, namun ada saja darah kotor yang lolos dari penyaringan dan beredar kembali di dalam tubuh dan berkumpul di bawah lapisan kulit. Racun yang menumpuk ini yang kemudian dapat menyebabkan berbagai penyakit dan bekam adalah cara yang tepat untuk mengeluarkan racun-racun tersebut.

Manfaat Bekam

  • Detoksifikasi tubuh, sehingga dapat mencegah dan mengatasi berbagai penyakit seperti kolesterol, asam urat, darah tinggi, migrain, vertigo, masuk angin, dll
  • Mengeluarkan darah kotor, baik darah yang teracuni maupun darah yang statis, sehingga peredaran darah yang semula tersumbat menjadi lancar kembali.
  • Memperbaiki metabolisme dalam tubuh
  • Revitalisasi fungsi organ
  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Menambah Kemampuan Berfikir
  • Meringankan Otot yang kaku

Bagi anda yang berkeinginan kuat untuk berbekam (hijamah/ODT), dan baru pertama kali melakukannya terkadang ada beberapa hal mengganjal yang ingin ditanyakan, diantaranya adalah sebagai berikut :

PERSIAPAN
Tidak ada persiapan khusus jika anda ingin di Bekam, artinya kapan saja anda dibekam maka tidak menjadi masalah, Akan tetapi untuk dan mengurangi efek samping maka disarankan anda makan 3-4 jam sebelum di bekam, karena jika perut anda kosong (puasa) terkadang menyebabkan pusing/lemas.
Sebaliknya apabila anda dalam kondisi perut penuh makanan atau hanya berselang 1 jam setelah makan kemudian anda dibekam maka beberapa pasien mengeluh mual atau muntah. Hindari berjima’ sebelum bekam, apalagi sesudahnya karena akan menguras banyak energi.

Beberapa hal yang sering ditanyakan sebagai berikut:

SOAL 1. Saya sedang hamil, bolehkah dibekam ?
Boleh, jika kondisi umumnya baik. Sebelum dibekam harus diperiksa dulu tekanan darah dan keadaan umum lainnya, jika normal maka tidak ada masalah. Yang perlu diperhatikan adalah menghindari pembekaman di daerah perut dan pinggang. Untuk Ibu menyusui, wanita haidh/menstruasi  juga diperbolehkan berbekam asal kondisi umumnya cukup baik atau darah haidh yang keluar sudah sedikit.

SOAL 2.  Orang tua saya sudah lanjut usia apa juga boleh dibekam? Bagaimana dengan anak kecil?
Orang yang sudah lanjut usia dan anak kecil (diatas 4 tahun) tidak mengapa dibekam asalkan dilakukan secara bertahap, dengan sedikit tusukan/sayatan tipis, menggunakan jumlah kop yang sedikit serta dengan kekuatan pompa yang minimal.

SOAL 3.  Kondisi apa yang merupakan “pantangan” (kontraindikasi) bekam ?kondisi/kelainan penyakit tertentu yang dilarang untuk dilakukan bekam, diantaranya adalah : pasien yang berumur dibawah 4 tahun, pasien yang sedang mengkonsumsi obat pengencer darah, pasien yang mengalami gangguan sistim pembekuan darah yang berat, koma (tidak sadar), dehidrasi berat, renjatan/syok, pasien yang baru menjalani transfusi darah, donor darah atau cuci darah (kurang dari 48 jam dari waktu bekam), penderita jantung yang menggunakan alat bantu pengatur detak jantung.

kondisi/kelainan penyakit tertentu yang disarankan untuk tidak bekam terkecuali dilakukan oleh ahli bekam professional yang sudah berpengalaman, diantaranya adalah : pasien anemia, pasien kencing manis dengan kadar gula darah sewaktu lebih dari 300, pasien tumor/kanker, hipertensi dengan systole lebih dari 200mmHg, penderita gagal jantung (Decomp. Cordis) yang berat, pasien kesurupan (terkena sihir), penderita phobia berat terhadap peralatan medis dan wanita hamil,haidh, nifas atau menyusui.

WAKTU BEKAM

SOAL 4.  Apakah ada perbedaan dibekam pada waktu pagi, siang, sore atau malam hari ?
kapan saja bisa dilakukan bekam. Hanya saja jika dilakukan pada saat sinar matahari terik (tengah hari) lebih memudahkan untuk mengeluarkan darah.

SOAL 5.  Apakah dibekam itu terasa “SAKIT” dan apa ada efek sampingnya?
Tidak, karena sebelumnya dilakukan dulu penyedotan dengan kop bekam (disebut Bekam Kering) yang berfungsi untuk menarik “darah kotor” ke bawah permukaan kulit sehingga kulit akan terasa menjadi tebal dan “baal” sehingga ketika dilakukan sayatan tipis maka sudah tidak terasa sakit lagi, hanya seperti digigit semut.
Bekam kering tadi juga sekaligus berfungsi mengeluarkan kelebihan “unsur angin” dari tubuh dan menimbulkan efek “massage” untuk melenturkan otot-otot yang mengalami kekakuan.

EFEK SAMPING

Perlu kita ketahui dulu sebelumnya bahwa setiap tindakan medis apapun bentuknya tetap memiliki risiko dan efek samping. Akan tetapi hal tersebut tidaklah menjadikan kita “urung” untuk melaksanakan “Sunnah hijamah (Bekam)”  yang mulia ini, asalkan dilakukan sesuai standar dan dilakukan oleh ahli yang professional maka tindakan tersebut sangatlah aman.
Tidaklah mungkin Allah Ta’ala dan Rosul-Nya menuntunkan amalan hijamah ini jikalau berisiko tinggi bagi ummatnya, justru yang sudah terbukti adalah manfaat dan faedah yang luar biasa.

SOAL 6.  Setelah dibekam, saya malah mengeluh badan terasa sakit (pegal-pegal) apakah ada yang salah ?
Hanya sedikit pasien yang mengeluhkan hal tersebut. Hal ini terjadi sebagai reaksi sistim imun tubuh untuk berusaha mengembalikan fungsi-fungsi tubuh agar menjadi normal kembali karena “sumber darah kotornya”  sudah dikeluarkan. Dalam 3-4 hari keluhan tersebut umumnya sudah hilang dan tubuh menjadi bugar.
Beberapa pasien mengatakan “mengantuk” dan ada juga yang “merasa lapar” setelah bekam, hal tersebut wajar dan justru lebih baik.

SOAL 7.  Saya bekam badan saya “meriang” apakah saya mengalami infeksi?
Keluhan “meriang” bisa merupakan tanda infeksi apabila luka bekas tusukan jarum Bekam mengalami pembengkakan (oedem), berwarna merah, keluar cairan seperti nanah (pus), dan jika dipegang terasa hangat.
Apabila “meriang” tersebut tanpa disertai tanda-tanda tadi maka hal tersebut memang kadang terjadi dan normal adanya dan dalam 3-4 hari keluhan tersebut umumnya sudah hilang dan tubuh menjadi lebih ringan dan nyaman. Begitu juga dengan keluhan perih pada bekas tusukan jarum akan hilang sendirinya hingga sekitar 12 jam.

Sangat dianjurkan agar memilih tempat terapi bekam yang sudah menjalankan sterilisasi untuk peralatan bekamnya, agar terhindar dari bahaya infeksi. Lebih bagus lagi bpk/ibu yang ingin berbekam membawa alat bekam pribadi yang tidak dipakai oleh orang lain.

SOAL 8.  Bekas bekam di kulit meninggalkan lebam berwarna merah muda, ungu hitam, dan ada juga yang tidak berubah sama sekali, kenapa hal tersebut bisa terjadi?
Umumnya bekas bekam akan hilang dalam waktu 3 hari sampai 1 minggu setelah bekam tergantung bentuk dan warna yang ditinggalkan. Adapun warna kulit yg berubah setelah bekam adalah reaksi pigmen pada kulit akibat dibekam.

SETELAH BEKAM
SOAL 9.  Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan setelah Bekam ?
Istirahatlah secukupnya setelah berbekam, lebih baik lagi tidur. Minumlah air putih, madu, sari kurma atau air+madu untuk mempercepat pemulihan. Jika ingin makan, usahakan kurang lebih satu jam sesudahnya dan menghindari makan asam, pedas, mie dan minuman bersoda/berkarbonase. Hindari untuk melakukan jima’ setelah bekam.

SOAL 10.  Apa boleh mandi setelah Bekam ?
Boleh bahkan dianjurkan mandi setelah 4 jam melakukan bekam. Sebaiknya menggunakan air hangat untuk mempercepat proses pemulihan. Hindari untuk menggosok bekas tusukan jarum bekam dengan sabun secara berlebihan karena selain terasa perih juga akan memperlambat proses penyembuhan luka.

Semoga Bermanfaat,
Baarokallaahu fiikum..

 

GRATIS COBA BEKAM (3 titik) di WAROENG SEHAT

alamat:

Jl. Ciledug Raya no. 21, Batas Kreo Tangerang. booking 021-73882799

Ruko Puribeta 1 lot 1 no. 22, Larangan Ciledug Tangerang. booking 021-73460310

COOMING SOON:

Waroeng Sehat (Herbal & Terapi) cabang Bintaro Sektor 5 (mulai buka: Agustus 2016)

agusuci

About agusuci

Customer Service : 0811-1155-911Lihat Alamat Kami