Berbagai penyakit akibat Asam Lambung

Apa Itu Penyakit Asam Lambung?

Penyakit asam lambung adalah peradangan akut pada selaput lendir lambung. Penyakit ini disebabkan oleh naiknya produksi asam lambung yang ada pada saluran pencernaan.

Penyakit asam lambung pada umumnya sering dianggap penyakit tidak serius/disepelekan padahal penyakit ini termasuk dalam penyakit kronis yang bila tidak segera ditangani maka akan dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan yang akan berujung kematian.

Apa Yang Paling Mempengaruhi Kesehatan Lambung?

• ANDA ADALAH APA YANG ANDA MAKAN

Kesehatan lambung paling besar dipengaruhi oleh makanan yang kita konsumsi. Kenapa demikian? Sebelumnya kita perlu mengetahui fungsi lambung adalah menstabilkan adanya zat gula yang berasal dari penguraian sebelumnya dan membantu merangsang adanya produksi enzim pencerna protein dan mematikan bakteri penyakit yang dibawa masuk oleh suatu makanan yang dikonsumsi, karena fungsi tersebut maka lambung harus bersentuhan dengan semua makanan yang masuk kedalam tubuh, makanan inilah nantinya yang akan mempengaruhi kesehatan lambung.

• HATI-HATI STRESS DAPAT MENINGKATKAN ASAM LAMBUNG!

Faktor psikologis ikut menjadi penyebab munculnya gangguan asam lambung, salah satunya adalah stres. Stres bisa mengakibatkan sistem syaraf pusat otak yang berkaitan dengan lambung mengalami suatu perubahan hormonal di dalam tubuh sehingga bisa merangsang sel-sel di dalam lambung untuk meproduksi asam secara berlebihan. Lambung memang organ otonom yang sangat dipengaruhi oleh kondisi sistem saraf otak manusia dan terutama fungsi kejiwaannya.

Apa Saja Jenis Penyakit Lambung?

Jika anda sedang menderita penyakit asam lambung, perhatikan gejala dari jenis penyakit asam lambung anda untuk mengetahui tingkat keparahan dan jenis penyakit asam lambung apa yang sedang anda alami. Dibawah ini adalah 7 jenis penyakit asam lambung, yaitu:

1. Maag/ Gastritis.

Gastritis adalah peradangan lambung baik lokal atau menyebar pada mukosa lambung yang berkembang bila mekanisme protektif mukosa dipenuhi dengan bakteri atau bahan iritan lain (Reeves. J. Charlene). Mukosa lambung yang dimaksud diatas adalah lapisan dimana sel-sel mengeluarkan berbagai jenis cairan, seperti enzim, asam lambung, dan hormon.

Gastritis dibedakan menjadi dua yaitu:

– Gastritis Akut
Gastritis akut dialami oleh banyak orang yaitu proses peradangan jangka pendek yang terkait dengan konsumsi agen kimia atau makanan yang mengganggu dan merusak mukosa gastrik.

– Gastritis Kronis
Gastritis kronis adalah suatu peradangan bagian permukaan mukosa lambung yang menahun, Penyebabnya biasanya karena adanya suatu infeksi yang terjadi pada lambung dan juga usus dua belas jari yang disebabkan oleh bakteri. Gejala yang ditunjukkan bila seseorang menderita penyakit lambung maag kronis adalah : lambung terasa tidak enak, muntah, muntah darah, mual-mual, kram perut, indigesti, nafsu makan menurun dan lain-lain.

2. Tukak Lambung Tukak lambung adalah jenis sakit lambung yang lebih berat dari gastritis, dimana sudah terjadi tukak atau luka pada lambung. Ada semacam lubang (erosi) pada beberapa bagian dari saluran cerna. Jenis yang paling umum adalah tukak duodenum (usus duabelas jari). Penyebab adanya luka pada lambung/tukak lambung antara lain karena meningkatnya kadar asam lambung atau penipisan selaput pelindung lambung karena rokok dan alkohol, infeksi bakteri Helicobacter pylori dan penggunaan obat anti inflamasi (anti radang) non-steroid berkepanjangan seperti Ibuprofen, aspirin, Indometasin, asam mefenamat dan meklofenamat adalah beberapa contoh obat anti inflamasi non-steroid yang sering digunakan. Gejala tukak lambung berupa nyeri perut yang menyebar ke leher hingga punggung, sering kali muncul pada malam hari atau akan terasa nyeri yang semakin parah bila perut masih kosong baik pada malam hari atau siang hari. Hal ini disebabkan karena iritasi akibat asam lambung yang membasahi luka.

3. GERD

Barangkali banyak yang belum mengenal istilah untuk penyakit asam lambung satu ini tapi sebetulnya gejala GERD telah dirasakan banyak orang tapi seringkali dianggap maag. Apa itu GERD? Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) yaitu penyakit yang timbul akibat ada reflux (aliran membalik) isi lambung ke esofagus (pipa saluran pencernaan). Penyebab GERD adalah tidak berfungsinya LES (Lower esophageal sphincter). LES adalah cincin otot pada bagian bawah dari kerongkongan yang berfungsi sebagai pintu otomatis yang akan terbuka ketika makanan atau minuman turun ke perut agar ketika makanan sudah masuk ke dalam lambung, makanan tersebut tidak kembali ke kerongkongan. Namun, pada penderita GERD, LES menjadi longgar dan tidak menutup dengan baik oleh sebab itu asam lambung keluar dari perut dan menyebabkan GERD. Penyebab lainnya adalah kelebihan berat badan, keadaan hamil, atau konsumsi makanan yang mengandung banyak lemak dan stress. Gejala GERD yang sering dirasakan adalah sensasi rasa terbakar pada dada (heart burn/nyeri ulu hati) sehingga seringkali dianggap sakit jantung, mulas, mual, muntah, gangguan pencernaan, nyeri perut, lemas, mudah lelah bahkan seringkali terasa seperti mau pingsan,

4. Tumor Lambung/Polip Lambung

Tumor lambung adalah tumor yang ditandai dengan tumbuhnya polip (bintil-bintil) pada lambung, penyakit ini sebenarnya kerap terjadi pada setiap orang tapi banyak orang mengabaikan karena dianggap hanyalah maag sehingga jika dibiarkan terus menerus tumor yang awalnya jinak dan kecil akan menjadi kanker lambung jika tumor tersebut berukuran lebih dari 2 cm. Penyebab tumor lambung adalah adanya reaksi terhadap peradangan kronis dan kerusakan pada lapisan lambung, terlalu sering mengkonsumsi makanan bernitrat (zat pengawet), tukak/luka lambung. Gejala tumor lambung hampir sama seperti maag yaitu nyeri di area lambung, begah dan rasa penuh di dalam perut kiri, mual dan nafsu makan menurun.

5. Dispepsia

Menurut Almatsier tahun 2004, dispepsia merupakan istilah yang menunjukkan rasa nyeri atau tidak menyenangkan pada bagian atas perut. Kata dispepsia berasal dari bahasa Yunani yang berarti “pencernaan yang jelek”. Klasifikasi Dispepsia Penyebab dispepsia pada anak-anak adalah memberi makan terlalu banyak atau susu kaleng yang tidak cocok. Namun kadang-kadang dapat pula timbul karena penyakit lambung seperti tukak lambung. Penyebab dispepsia sangat banyak sehingga diklasifikasikan berdasarkan ada tidaknya penyebab dispepsia itu, yaitu : 1. Dispepsia Organik Dispepsia organik adalah dispepsia yang telah diketahui adanya kelainan organik sebagai penyebabnya. Dispepsia organik dikategorikan menjadi: • Gatritis • Tukak Lambung • Ulkus Peptikum • GERD, dll. 2. Dispepsia Fungsional (Non Organik) Dispepsia Fungsional adalah dispepsia yang terjadi tanpa adanya kelainan organ lambung, tentunya setelah melakukan pemeriksaan klinis seperti USG dan sebagainya. Lebih dari 30-40% keluhan lambung berhubungan dengan dispepsia fungsional yang berarti organ lambung pasien tersebut tidak mengalami masalah. Dispepsia fungsional dibagi dalam 3 subgrup, yaitu: • Dispepsia mirip ulkus (ulcer-like dyspepsia) bila gejala dispepsia yang dominan adalah rasa terbakar pada dada (burn heart); • Dispepsia mirip dismotilitas (dysmotility-like dyspepsia) bila gejala dispepsia yang dominan adalah kembung, mual, cepat kenyang, bersendawa; • Dyspepsia non-spesific yaitu bila gejalanya tidak sesuai dengan kategori diatas.

6. Gastroparesis

Gastroparesis adalah penyakit kelumpuhan lambung yang membuat makanan lama dicerna atau bahasa awamnya bisa disebut kram usus. Penyebab gastroparesis sebenarnya belum dapat diidentifikasi secara spesifik, namun penyakit ini diduga berasal dari rusaknya syaraf-syaraf yang mempersarafi usus, ketidakseimbangan dari mineral-mineral dalam darah seperti potassium, kalsium atau magnesium dan penggunaan obat anti imflamasi non steroid dalam jangka panjang. Gejala gastroparesis adalah mual kronis, muntah, nyeri perut, cepat kenyang walaupun hanya makan sedikit. Gastroparesis akan semakin parah jika dialami orang yang pernah operasi pada perut, diabetes, infeksi dan gangguan tiroid.

7. Gastroenteritis

Gastroenteritis adalah penyakit gabungan antara diare, muntah, dan perut kram yang terjadi pada usus atau perut yang disebabkan oleh jenis virus rotavirus pada anak-anak dan norovirus dan campylobacter pada orang dewasa. Penyakit ini sering juga disebut flu lambung. Penyebab gastroenteritis karena mengonsumsi makanan yang tidak diolah dengan baik, air yang terkontaminasi virus, atau melalui kontak terlalu dekat dengan penderita. Gejala pada orang yang terinfeksi ada yang ringan dan ada juga yang parah. Gejala yang tergolong ringan seperti kram perut, mual, mulut kering, muntah, kehilangan nafsu makan, diare. Gejala yang parah dan harus segera ditangani adalah muntah darah, diare yang disertai darah, demam tinggi.

 

Butuh KONSULTASI ?

Silahkan hubungi WA 08561582869 (ratih)

agusuci

About agusuci

Customer Service : 0811-1155-911Lihat Alamat Kami