Cara menjaga kesehatan payudara dan tips periksa payudara sendiri

Menjaga kesehatan payudara sama pentingnya seperti menjaga kesehatan anggota tubuh lain. Berikut adalah beberapa tips cara menjaga dan merawat payudara,

Menggunakan ukuran bra yang tepat

Pilihlah ukuran bra yang tepat. Ketika membeli, pastikan bra tidak terlalu ketat atau longgar sehingga pas di tubuh. Menggunakan ukuran dan bentuk bra yang tepat membuat seseorang menjadi lebih nyaman. Hindari penggunaan korset karena hal tersebut dapat menekan otot di sekitar payudara

Penggunaan bra di malam hari

Bagi Anda yang memiliki ukuran payudara kecil, tak perlu menggunakannya sepanjang malam. Namun, penggunaan bra di malam hari dianjurkan pada mereka dengan ukuran payudara besar karena payudara yang besar akan sulit berpindah dari satu sisi ke sisi lain. Hal tersebut akan membuat wanita menjadi tak nyaman saat tidur. Jenis bra yang disarankan saat tidur adalah bra untuk olahraga karena mengurangi pergerakan payudara dan ketidaknyamanan.

Perhatikan kebersihan payudara.

Saat mandi, jangan lupa membersihkan daerah belahan dan bagian bawah payudara yang cenderung berkeringat dan berisiko meningkatkan infeksi. Bersihkan bagian tersebut dengan sabun dan air serta pastikan kering setelahnya. Anda juga bisa memberikan bedak pada darah tersebut untuk membantu mengatasi masalah keringat.

Hindari tindik payudara

Tindik payudara dapat menyebabkan rasa sakit dan menghalangi proses menyusui kelak. Selain itu, tindik memperbesar risiko infeksi.

Hindari krim payudara

Beberapa wanita menyadari payudara akan mengalami perubahan ukuran dan bentuk sejak memasuki masa pubertas, kehamilan, hingga menopause.
Oleh karena itu, mereka menggunakan krim yang dapat mengangkat payudara, namun ternyata krim tersebut tak berfungsi demikian.

Lakukan perubahan gaya hidup

Bahwa wanita perokok memiliki risiko kanker payudara lebih besar. Oleh karena itu, hentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol untuk menjaga kesehatan payudara.

Lakukan pemeriksaan mandiri secara rutin

Ini adalah hal yang penting dilakukan setiap bulan setelah menstruasi. Hindari melakukannya sebelum menstuasi karena payudara lebih kenyal dan sakit pada masa tersebut sehingga bisa terjadi salah diagnosis. Selain itu, lakukan dengan menggunakan telapak tangan, bukan hanya jari.

 

Bagaimana sih cara memeriksa payudara sendiri? Yuk ikuti langkah berikut.

Di depan cermin

Untuk melakukan pemeriksaan SADARI, Anda memerlukan tangan, penglihatan, dan cermin. Berdirilah di depan kaca, buka pakaian dari pinggang ke atas. Pastikan terdapat cukup pencahayaan dalam ruangan tersebut dan lakukan cara berikut.

  • Perhatikan payudara Anda. Kebanyakan wanita tidak memiliki payudara yang ukurannya sama besar (payudara kanan lebih besar atau lebih kecil daripada yang lain).
  • Berdirilah dengan lengan di samping tubuh. Perhatikan bentuk, ukuran, dan apakah ada perubahan seperti permukaan dan warna kulit, juga bentuk puting payudara.
  • Letakkan tangan pada pinggang dan tekan kuat-kuat untuk mengencangkan otot dada. Perhatikan payudara sambil berkaca dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya.
  • Membungkuklah di depan kaca sehingga payudara terjulur ke bawah. Perhatikan dan raba untuk memeriksa apakah ada perubahan tertentu pada payudara.
  • Tautkan kedua tangan di belakang kepala dan tekan ke dalam. Perhatikan kedua payudara Anda, termasuk di bagian bawah.
  • Periksa apakah terdapat cairan yang keluar dari puting Anda. Tempatkan jempol dan jari telunjuk Anda di sekitar puting, lalu tekan perlahan, dan perhatikan apakah ada cairan yang keluar. Ulangi pada payudara yang lain.

Saat mandi

Anda juga dapat memeriksa payudara saat mandi. Busa sabun akan memudahkan pergerakan tangan untuk memeriksa benjolan atau perubahan pada payudara. Angkat satu tangan ke belakang kepala. Dengan tangan lain yang dilumuri sabun, raba payudara di sisi tangan yang terangkat. Gunakan jari untuk menekan-nekan bagian demi bagian dengan lembut. Lakukan pada payudara di sisi lain.

Berbaring

Pemeriksaan SADARI juga dapat dilakukan dengan berbaring. Pilih tempat tidur atau permukaan datar lain yang nyaman. Saat berbaring, payudara menjadi melebar dan memudahkan untuk diperiksa.

  • Sambil berbaring, tempatkan gulungan handuk atau bantal kecil di bawah pundak. Tempatkan tangan kanan di bawah kepala. Lumuri tangan kiri dengan losion dan gunakan jari untuk meraba payudara kanan.
  • Ibaratkan payudara seperti permukaan jam. Mulailah gerakan dari titik jam 12 ke angka 1 dengan gerakan melingkar. Setelah satu lingkaran, geser jari dan mulailah kembali hingga seluruh permukaan payudara hingga ke puting selesai teraba.

Tidak perlu terburu-buru saat melakukan pemeriksaan. Pastikan semua permukaan payudara telah teraba dengan seksama.

Hal yang perlu diperhatikan saat dan setelah melakukan pemeriksaan adalah tetap tenang jika mendapati perubahan pada payudara. Meski harus tetap waspada, namun sebagian besar perubahan fisik tidak mengarah pada kanker.

Jika Terdapat Perubahan

Benjolan atau perubahan payudara ini dapat disebabkan oleh banyak hal. Namun memang hanya sedikit yang mengarah pada penyakit yang serius. Sekitar 1 dari 10 benjolan pada payudara bersifat kanker. Akan tetapi, kanker yang terlambat ditangani akan membawa dampak yang sangat serius. Oleh karenanya, segera periksakan diri ke dokter jika dalam pemeriksaan mandiri Anda menemukan:

  • Benjolan keras pada payudara atau ketiak.
  • Perubahan pada permukaan kulit: kulit menjadi berkerut, atau terdapat cekungan.
  • Perubahan ukuran dan bentuk payudara, terutama ketika Anda mengangkat payudara atau menggerakkan lengan.
  • Keluar cairan dari puting payudara, tapi bukan ASI.
  • Keluar darah dari puting.
  • Terdapat bagian puting yang memerah dan menjadi lembap, serta tidak kunjung berubah menjadi seperti semula.
  • Puting berubah bentuk, misalnya menjadi melesak ke dalam.
  • Ruam di sekitar puting.
  • Ada rasa sakit atau tidak nyaman yang berkelanjutan pada payudara.

Pemeriksaan payudara secara klinis juga mungkin diperlukan untuk menentukan apakah benjolan dan penyebab perubahan pada payudara merupakan tanda dan gejala awal dari kanker payudara. Adapun pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain adalah pemeriksaan fisik oleh dokter.

Periksa payudara lebih sering jika usia Anda telah mencapai 50 tahun atau lebih, atau jika terdapat riwayat keluarga yang terdiagnosis kanker payudara. Pemeriksaan untuk mendeteksi potensi kanker juga perlu dilakukan secara teratur agar kelainan pada payudara dapat diketahui sejak dini.

erni

About erni

Customer Service : 0811-1155-911Lihat Alamat Kami