Mengenal Leukimia

Penyakit leukimia merupakan salah satu mimpi buruk bagi sebagaian orang. Bagaimana tidak, Leukimia tergolong penyakit yang dapat menggerogoti daya tahan tubuh dengan cepat..

Penyebab Leukimia sebenarnya sudah banyak dibahas di berbagai sumber. Mulai dari buku, jurnal, bahkan di internet pun tidak kurang-kurang. Namun tetap saja ada sejumlah orang yang tidak tahu penyebab Leukimia yang sebenarnya cukup dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Ini tidak bisa disepelekan mengingat efek dari Leukimia cukup mengerikan.

Sebelum membahas tentang penyebab Leukimia, alangkah baiknya kita tahu dulu apa itu Leukimia.

Leukimia
Leukimia adalah kanker yang menyerang sel darah dan sumsum tulang belakang, atau dikenal juga dengan kanker darah. Leukimia memengaruhi produksi dan fungsi leukosit atau sel darah putih dalam melawan infeksi, karena DNA darah mengalami kerusakan. Kondisi tidak normal tadi menyebabkan sumsum tulang belakang memroduksi sel darah putih secara berlebihan. Hal ini mengakibatkan penumpukan dalam sumsum tulang dan mengurangi jumlah sel darah yang sehat.

Nah, berikut ini kita akan membahas penyebab Leukimia yang jarang diketahui kebanyakan orang.

Penyebab Leukimia
Penyebab Leukimia secara umum sebenarnya belum diketahui secara pasti. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab Leukimia, mulai dari kelainan kromosom, paparan polusi, paparan radiasi, merokok, obesitas, dan lain sebagainya.

Dengan kata lain, penyebab Leukimia bisa berasal dari faktor eksternal dan internal tubuh. Faktor penyebab Leukimia secara eksternal adalah termasuk paparan radiasi, polusi, zat kimia tertentu yang berbahaya.

rokok dan kopi

Lagi-lagi rokok menjadi penyebab penyakit mematikan. Bahwa risiko terkena leukimia bukan hanya bagi orang dewasa yang merokok, tapi juga anak dengan orangtua perokok, termasuk bila orangtua sudah merokok sebelum masa kehamilan. Ini dikarenakan karsinogen yang ada dalam rokok diserap oleh paru-paru dan dialirkan melalui pembuluh darah. meminum lebih dari 2 cangkir kopi setiap hari selama masa kehamilan bisa sedikit meningkatkan risiko bayi terkena leukimia.

Paparan radiasi

Sebuah penelitian menemukan bahwa radiasi dalam jumlah rendah tetap bisa meningkatkan risiko seseorang terkena leukimia. Itulah sebabnya wanita yang sedang hamil sangat tidak disarankan untuk melakukan rontgen atau pemeriksaan sinar X. Hal ini untuk menjaga agar risiko si jabang bayi terkena leukimia bisa ditekan

Obesitas
Masih belum mulai menjalankan pola makan sehat dan olahraga teratur? Ayo segera bulatkan niat, karena orang yang mengalami obesitas atau berat badan berlebih memiliki risiko terkena kanker leukimia yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang berat badannya normal.

Gejala Leukimia
Secara umum, gejala Leukimia di tahap awal tidak begitu terlihat. Namun, Anda dapat mewaspadai salah satu gejala Leukimia berikut ini yang timbul.

  • Anemia dan gejala yang terkait, seperti kelelahan, pucat di bibir, pucat di konjungtiva matabisa menjadi salah satu tanda gejala leukemia.
  • Kecenderungan untuk memar atau mudah berdarah, termasuk perdarahan dari gusidan hidung, atau darah dalam tinja atau urine bisa menjadi salah satu gejala leukemia.
  • Selain itu, gejala leukemia salah satunya juga kerentanan terhadap infeksi seperti sakit tenggorokanatau pneumonia bronkial (radang paru-paru), yang bisa disertai dengan sakit kepala, demam ringan, sariawan, atau ruam kulit.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, biasanya di tenggorokan, ketiak, atau selangkangan.
  • Kehilangan nafsu makan dan berat badan juga merupakan salah satu gejala leukemia.
  • Ketidaknyamanan di bawah tulang rusuk kiri bawah (yang disebabkan oleh limpa bengkak).
  • Jumlah sel darah putih yang sangat tinggi dapat mengakibatkan masalah penglihatan karena perdarahan retina, telinga berdenging (tinnitus), perubahan status mental, ereksi berkepanjangan (priapismus), stroke, ataupun kejang karena perdarahan di otak. Jika beberapa gejala leukemia ini muncul, maka siapa pun harus waspada.

Pencegahaan Leukimia

  1. Diet yang sehat. Perbanyak makan buah, sayur, dan minimalkan konsumsi lemak hewani.
  2. Hindari makanan cepat saji dan berpengawet.
  3. Hindari benda ataupun makanan dan minuman yang memiliki zat karsinogen ataupun zat yang dapat menimbulkan kanker, seperti mi instan ataupun makanan yang dibakar.
  4. Hindari rokok dan alkohol yang memang merupakan kimia yang tidak baik untuk tubuh.

 

erni

About erni

Customer Service : 0811-1155-911Lihat Alamat Kami